BPOM Beri Suplemen Lisensi pada PRO EM-1

foto
Kepala Badan POM RI bersama Direksi PT AMA. Foto: Istimewa.

Hanya butuh waktu 9 bulan sejak Februari 2020, probiotik PRO EM-1 produksi PT Agro Mitra Alimentare (AMA) Malang mendapatkan kenaikan status dari jenis makanan olahan dengan kode MD menjadi Suplemen Lisensi (SL).

Pemberian kenaikan status tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) RI dalam acara launching pabrik PRO EM-1 di Pakis Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (05/11) pagi.

Kepala Badan POM RI Dr Ir Penny Lukito MCP memberi apresiasi penuh dan bangga pada PT AMA sebagai produsen probiotik alami tersebut.

“Di tengah krisis pandemi yang tak kunjung surut, kami mengapresiasi hadirnya produk herbal alami ini sebagai proses bangkitnya perekonomian masyarakat,” katanya yang disambut aplaus undangan yang hadir.

Untuk itu Penny Lukito berharap PT AMA bisa menjadi mitra pemerintah dalam segala hal. Termasuk dalam memberikan dan penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Disisi lain, Direktur Utama PT AMA Recta Geson memaparkan bahwa PRO EM-1 sudah beredar di seluruh Indonesia. Probiotik alami dengan lisensi EM Research Organization Okinawa Jepang ini terbukti bisa menyelesaikan berbagai macam gangguan kesehatan manusia.

“Fungsi PRO EM-1 sebagai pembangun mikrobiota dalam tubuh hingga terbentuk food circle bersimbiosis,” paparnya seraya mengurai panjang lebar kandungan yang dalam PRO EM-1.

Dijelaskan pula, beda dengan probiotik yang ada di pasaran, PRO EM-1 mengandung multi strains yang dapat mencerna dan melakukan detoxifikasi, sehingga makanan yang dicerna dalam usus menjadi nutrisi yang mudah diserap tubuh.

“Imunitas tubuh otomatis seimbang dan terjaga dari segala macam jenis penyakit,” tambah pengusaha jebolan farmasi itu. Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat dan pengusaha papan atas di Jawa Timur. (ita)

Add Comment